Kamis, 27 Maret 2014

Wawasan nusantara,paham kekuasaan,teori geopolitik

A.Wawasan nasional suatu bangsa

         Suatu bangsa  yang telah menegara,dalam menyelenggarakan kehidupan tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya.Pengaruh ini timbul dari hubungan timbal bailk antara filosofi bangsa ,idiologi ,aspirasi serta cita-cita dan kondisi sosial masyarakat, budaya , tradisi, keadaan alam, wilayah serta pengalaman sejarahnya.
    Wawasan ini di maksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup,keutuhan suatu wilayah serta jati diri bangsa.Kata"wawasan" itu sendiri berasal dari wawas (bahasa jawa) yang artinya melihat atau memandang.

        Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan  suatu bangsa perlu memperhatikan ke 3 faktor tersebut :

  • Bumi atau ruang dimana bangsa itu hidup
  • jiwa , tekat dan semangat manusianya atau masyarakat
  • lingkungan sekitarnya
B.Teori - teori kekuasaan

        Wawasan nasional suatu bangsa di bentuk dan di jiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang di anutnya.Beberapa teori paham kekuasaan dan teori geopolitik di uraikan sebagai berikut :
 
  1.Paham-paham kekuasaan
 Perumusan wawasan nasional lahir berdasarkan pertimbangan dan pemikiran mengenai sejauh mana konsep operasionalnya dapat di wujudkan dan dapat di pertanggung jawab kan .Karna itu, di butuhkan landasan teori yang dapat mendukung rumusan Wawasan nasional.
        Teori-teori yang dapat mendukung rumusan nasional  tersebuta antara lain :

  • Paham Machiavelli (Abad XVII)
  • Pahaman Kaisar Napoleon Bonaparter (Abad XVIII)
  • Paham Jendral Celausewitz (Abad XVIII
  • Paham Feuerbach and Hegel
  2.Teori - teori geopolitik
 Geo politik berasal dari kata "geo" atau bumi dan politik yang berarti kekuatan yang di dasar kan oleh pertingbangan-pertimbangan dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan nasional untuk mewujudkan tujuan nasional.
         Beberapa pendapat dari pakar-pakar geopolitik  antara lain sebagai berikut :

  • Pandangan Ajaran Frederich Ratzel
  • Pandangan Ajaran Rudolf Kjellen
  • Pandangan Ajaran Karl Haushofer
  • Pandangan Ajaran Sir Halford Mackinder
  • Pandangan Ajaran Sir Walter Releigh dan Alferd Thyer mahan
  • Pandangan Ajaran W.Mitchel,A Saversky, Giulio Douhet and John Frederik Charles Fuller
  • Pandangan Ajaran Nicholas J. Spykman
REFERENSI : Buku Pendidikan Kewarganegaraan, Cetakan ke 6, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahasa Inggris Bisnis 2

1. Contoh kalimat Subject - Verb Agreement The charger risks every month           The chargers risk every month He is driver ta...