Widiyanto
Bangun Prasetyo
B11.2007.01325
ABSTRAKSI
Perusahaan
yang bergerak dibidang produk haruslah dapat
mempertahankan
reputasi yang baik dimata pelanggannya. Kualitas pelayanan
yang
baik dan berkualitas akan cenderung memberikan kepuasan yang lebih
kepada
pelanggan yang menggunakan jasa pada perusahaan tersebut. Tanpa
memperhatikan
kualitas pelayanan maka jangan harap perusahaan dapat terus
mempertahankan
image dimata pelanggan.
Adapun
yang dijadikan sebagai populasi adalah seluruh pelanggan Swalayan
Luwes
Purwodadi Periode tahun 2013. Peneliti menggunakan sampel 96 karena
angka
paling mendekati dari 96,04 adalah 96, sehingga peneliti menggunakan
sampel
96 sebagai sampel penelitian. Teknik sampling yang digunakan dalam
penelitian
ini adalah metode simple random sampling yaitu teknik pengambilan
sampel
secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada didalam populasi
tersebut.
(Setiawan, 2005 : 151). Dalam hal ini responden adalah pelanggan di
Swalayan
Luwes Purwodadi. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier
berganda
dengan terlebih dahulu diuji dengan uji validitas dan reliabilitas.
Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh yang berarti
antara
kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan, artinya apabila kualitas
pelayanan
meningkat maka loyalitas pelanggan akan meningkat. Terdapat
pengaruh
yang berarti antara kepercayaan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan,
artinya
apabila kepercayaan pelanggan meningkat maka loyalitas pelanggan akan
meningkat.
Terdapat pengaruh yang berarti antara kepuasan pelanggan terhadap
loyalitas
pelanggan, artinya apabila kepuasan pelanggan meningkat maka
loyalitas
pelanggan akan meningkat. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa F
hitung
sebesar 66,904 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian
keputusan
yang diambil adalam tolak Ho dan menerima Ha. Hal ini berarti bahwa
semua
variabel bebas secara bersama-sama mampu mempengaruh variabel terikat
loyalitas
pelanggan secara signifikan.
Kata
kunci : Kualitas pelayanan, kepercayaan , kepuasan pelanggan dan loyalitas
pelanggan
BAB
I PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Perusahaan
yang bergerak dibidang produk haruslah dapat
mempertahankan
reputasi yang baik dimata pelanggannya. Kualitas pelayanan
yang
baik dan berkualitas akan cenderung memberikan kepuasan yang lebih
kepada
pelanggan yang menggunakan jasa pada perusahaan tersebut. Tanpa
memperhatikan
kualitas pelayanan maka jangan harap perusahaan dapat terus
mempertahankan
image dimata pelanggan. Dengan mengutamakan pelayanan
yang
baik maka pembeli akan memudahkan perusahaan mencapai tujuan
perusahaan
yaitu mencapai laba yang maksimal melalui peningkatan jumlah
pembeli
oleh pelanggan secara terus menerus. Peningkatan jumlah pembeli ini
dapat
terjadi jika pelanggan puas akan fasilitas pelayanan maupun harga yang
ditawarkan
perusahaan. Harga merupakan hal yang sangat penting diperhatikan
oleh
perusahaan karena itu menyangkut kemampuan atau daya beli pelanggan,
oleh
karena itu perusahaan dalam menentukan harga jasa harus menetapkannya
dengan
hati-hati dengan melihat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga
tersebut
(Sugiharto, 2009).
Hal
inilah yang mendorong peneliti untuk meneliti mengenai kepuasan
pelanggan
di Swalayan Luwes Purwodadi dan untuk mengevaluasi betapa
pentingnya
kualitas pelayanan, kepercayaan dan kepuasan pelanggan pada
Swalayan
Luwes Purwodadi dalam upaya untuk meningkatkan loyalitas
pelanggan
yang nantinya akan berpengaruh pada kelangsungan hidup perusahaan
maka
perlu dilakukan penelitian dengan judul ”Pengaruh Kualitas Pelayanan,
Kepercayaan
dan Kepuasan terhadap Loyalitas pelanggan (Studi Pada
Swalayan
Luwes Purwodadi )”
Perumusan
Masalah
Agar
dapat bersaing, bertahan hidup, dan berkembang perusahaan dituntut
untuk
mampu memberikan pelayanan berkualitas yang dapat memenuhi
kebutuhan
dan keinginan pelanggan. Produk dan jasa yang tidak memenuhi
kualitas
dengan sangat mudah ditinggalkan dan akhirnya pelanggan beralih ke
perusahaan
lain. Untuk mengantisipasi hal tersebut tentunya akan mengutamakan
perluasan
produk dan pelayanan yang berorientasi pada pelayanan yang
mengutamakan
kepuasan pelanggan (Tjiptono, 2003)
Berdasarkan
latar belakang yang telah dikemukakan diatas maka
perumusan
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan pada
Swalayan
Luwes Purwodadi ?
2.
Bagaimana pengaruh kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan pada
Swalayan
Luwes Purwodadi ?
3.
Bagaimana pengaruh kepuasan terhadap loyalitas pelanggan pada Swalayan
Luwes
Purwodadi ?
TINJAUAN
PUSTAKA
Tinjauan
Pustaka
Pengertian
Pemasaran
Pemasaran
adalah proses sosial dan manajerial dengan mana seseorang
atau
kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui
penciptaan
dan pertukaran produk dan nilai dengan pihak lain (Philip Kotler,
1996).
Manajemen Pemasaran terjadi bilamana setidak-tidaknya salah satu pihak
dalam
pertukaran potensial mempertimbangkan sasaran dan sarana untuk
memperoleh
tanggapan yang diinginkan dari pihak lain. Definisi manajemen
pemasaran
yang disahkan pada tahun 1985 oleh Asosiasi Pemasaran Amerika
American
Marketing Association) dalam Kotler (1996) adalah proses perencanaan
dan
pelaksanaan konsepsi harga, promosi dan distribusi gagasan, barang dan jasa
untuk
menghasilkan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran perorangan dan
organisasi.
Loyalitas
Pelanggan
Penilaian
konsumen terhadap kualitas layanan tinggi (superior), behavioral
intentions
konsumen tersebut akan bersifat favorable (positif), yaitu berusaha
memperkuat
hubungan dengan perusahaan, misalnya: menyatakan hal positif
tentang
perusahaan, tetap loyal pada perusahaan, merekomendasikan perusahaan
pada
orang lain. Meningkatkan volume pembeliannya atau bersedia membayar
harga
premium. Behavioral intentions konsumen tersebut bersifat unfavorable
(negatif)
dan hubungannya dengan perusahaan kemungkinan lemah. Richins
(1983)
menyatakan bahwa konsumen yang mempersepsikan kualitas layanan
secara
inferior kemungkinan menunjukan perilaku tertentu. Seperti, memutuskan
hubungan
dengan perusahaan, mengurangi belanja dengan perusahaan, dan
mengkomplain.
Behavioral intentions inilah yang akan memberi tanda
apakah
konsumen akan tetap setia (loyal) atau berpindah.
Kualitas
Pelayanan
Kualitas
pelayanan adalah sebuah kata yang bagi penyedia jasa merupakan
sesuatu
yang harus dikerjakan dengan baik. Aplikasi kualitas sebagai sifat dari
penampilan
produk atau kinerja merupakan bagian utama strategi perusahaan
dalam
rangka meraih keunggulan yang berkesinambungan, baik sebagai
pemimpin
pasar ataupun sebagai strategi terus tumbuh.
Kualitas
Pelayanan menurut Lovelock 2002:87 dalam (Christina, 2006
:245)
merupakan perspektif pelanggan dalam jangka panjang dan merupakan
evaluasi
kognitif dari jasa transfer. Perusahaan yang memberikan komitmen pada
kualitas
dan secara konsisten memberikan kualitas pelayanan akan menikmati
keunggulan
persaingan sehingga perusahaan dapat dengan mudah membina
loyalitas
pelanggan dan membina hubungan pelanggan dengan sukses. Ini berarti
kualitas
jasa (service quality) merupakan salah satu aspek yang memberikan
kontribusi
pada keberhasilan suatu organisasi.
Kepercayaan
Pelanggan (Trust)
Kepercayaan
merupakan pondasi dari bisnis. Membentuk kepercayaan
konsumen
merupakan cara untuk menciptakan dan mempertahankan konsumen.
Menurut
Moorman, Deshpande, dan Zaltman (2007), kepercayaan (Trust) adalah
kesediaan
(willingness) individu untuk menggantungkan dirinya pada pihak lain
yang
terlibat dalam pertukaran karena individu mempunyai keyakinan
(confidence)
kepada pihak lain tersebut.
Menurut
Mowen dan Minor (2002:312), “kepercayaan konsumen
(consumer
beliefs) adalah semua pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen dan
semua
kesimpulan yang dibuat konsumen tentang objek, atribut, dan manfaatnya”.
Sedangkan
menurut Lau dan Lee (2007:344), “kepercayaan pelanggan pada
merek
(brand trust) didefenisikan sebagai keinginan pelanggan untuk bersandar
pada
sebuah merek pada resiko-resiko yang dihadapi karena ekspektasi terhadap
merek
itu akan menyebabkan hasil yang positif”. Costabile (dalam Pantja Djati
dan
Ferrinadewi, 2004:117) kepercayaan atau trust didefinisikan sebagai persepsi
akan
keterhandalan dari sudut pandang konsumen didasarkan pada
pengalaman,atau
lebih pada urut-urutan transaksi atau interaksi yang dicirikan
oleh
terpenuhinya harapan akan kinerja produk dan kepuasan.
Kepuasan
Pelanggan
Ada
beberapa pakar yang memberikan definisi mengenai kepuasan atau
ketidakpuasan
pelanggan. Tse dan Wilton dalam Tjiptono, (2001: 24) menyatakan
bahwa
kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan adalah respon pelanggan terhadap
evaluasi
ketidaksesuaian (disconfirmation) yang dirasakan antara harapan
sebelumnya
(atau norma kinerja lainnya) dan kinerja aktual suatu tanggapan
emosional
pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa.
Engel
et al. dalam Tjiptono, (2001: 24), menyatakan bahwa kepuasan pelanggan
merupakan
evaluasi purnabeli di mana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya
sama
atau melampaui harapan pelanggan , sedangkan ketidakpuasan timbul
apabila
hasil (outcome) tidak memenuhi harapan. Sedangkan Kotler et al. dalam
Tjiptono,
(2001: 21) menyatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah tingkat
perasaan
seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan
dengan
harapannya.
Jadi,
tingkat tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara
kinerja
yang dirasakan dengan harapan. Apabila kinerja di bawah harapan, maka
pelanggan
akan kecewa. Bila kinerja sesuai dengan harapan, pelanggan akan puas.
Sedangkan
bila kinerja melebihi harapan, pelanggan akan sangat puas. Pengertian
ini
didasarkan pada disconfirmation paradigm dari Oliver, Engel et al. dalam
Tjiptono,
(2001: 24). Harapan pelanggan dapat dibentuk oleh pengalaman masa
lampau,
komentar dari kerabatnya serta janji dan informasi pemasar dan
saingannya.
Pelanggan yang puas akan setia lebih lama, kurang sensitif terhadap
harga
dan memberi komentar yang baik tentang perusahaan.
Hipotesis
Hipotesis
merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian,
oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam
bentuk
kalimat pertanyaan. (Sugiyono, 2008). Hipotesis yang digunakan dalam
penelitian
ini adalah :
Pengaruh
Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas pelanggan
Untuk
loyalitas pelanggan terhadap layanan, ada dua hal pokok yang
saling
berkaitan erat yaitu harapan pelanggan terhadap kualitas Iayanan (expected
quality)
dan persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan (perceived quality).
Pelanggan
selalu menilai suatu layanan yang diterima dibandingkan dengan apa
yang
diharapkan atau diinginkan (Parasuraman et al., 1993). Penelitian yang
dilakukan
oleh Desmiati (2010) menyatakan bahwa kualitas pelayanan
berpengaruh
terhadap loyalitas pelanggan Berdasarkan uraiaan diatas maka
hipotesis
yang diajukan adalah :
H1
= ada pengaruh positif antara kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan
Pengaruh
Kepuasan pelanggan terhadap Loyalitas pelanggan
Kepuasan
konsuman adalah suatu keadaan dimana keinginan, harapan dan
kebutuhan
konsuman dipenuhi. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila
pelayanan
tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen.
Pengukuran
kepuasan konsuman merupakan elemen penting dalam menyediakan
pelayanan
yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif, apabila konsuman
merasa
tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan
tersebut
dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. Dengan adanya kepuasan
konsumen
maka akan dapat menciptakan loyalitas pelanggan . Sesuai dengan teoti
Kotler
(2000:236) bahwa kepuasan atau ketidakpuasan konsumen akan
mempengaruhi
perilaku konsumen. Berdasarkan uraian diatas maka hipotesis
yang
akan diajukan adalah sebagai berikut :
H2
= Ada pengaruh positif kepuasan konsumen terhadap loyalitas pelanggan
Pengaruh
Kepercayaan terhadap Loyalitas pelanggan
Kepercayaan
timbul dari suatu proses yang lama. Apabila kepercayaan
sudah
timbul antara pelanggan dan perusahaan, maka usaha untuk membina
hubungan
kerjasama akan lebih mudah. Kepercayaan timbul ditunjukkan oleh
suatu
kredibilitas yang diperoleh dari pihak lain karena memiliki keahlian yang
dikehendaki
untuk melakukan suatu tugas. Kepercayaan juga dapat diperoleh
karena
melakukan sesuatu hal yang terbaik kepada pihak lain melalui suatu
hubungan.
(Hermawan, 2004) Tingkat kepercayaan dapat diukur melalui beberapa
faktor
antara lain kejujuran dalam bertransaksi, tanggung jawab perusahaan
terhadap
konsumen dan masih banyak lagi. Kepercayaan adalah apabila salah satu
pihak
mempunyai keyakinan dalam keandalan dan integritas partner kerjasama.
Berdasarkan
uraian diatas maka hipotesis yang akan diajukan adalah
sebagai
berikut :
H3
= Ada pengaruh positif kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan
METODE
PENELITIAN
Variabel
dan Definisi Operasional
Variabel
Penelitian
Variabel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai beirkut :
1)
Variabel independen adalah sejumlah gejala dengan berbagai unsur
atau
faktor yang didalamnya menentukan atau mempengaruhi adanya
variabel-variabel
yang lain. Dalam penelitian ini variabel independen
yang
digunakan adalah kualitas pelayanan, kepercayaan pelanggan dan
kepuasan
pelanggan
2)
Variabel dependen adalah sejumlah gejala dengan berbagai unsur atau
faktor
didalamnya yang ada ditentukan atau dipengaruhi oleh adanya
variabel
lain. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah loyalitas
pelanggan
.
Definisi
Operasional
Definisi
operasional adalah salah satu operasional yang diberikan
pada
suatu variabel atau dengan cara memberikan arti kegiatan ataupun
membenarkan
suatu operasional yang perlu mengukur variabel tersebut
(Umar,
2008). Definisi operasional meliputi :
Variabel
Definisi Operasional Indikator
Loyalitas
pelanggan Loyalitas pelanggan adalahsikap
yang mendukungsecara
lebih kepada sebuah merek
yang telah dibandingkan
dengan beberapa
alternative yang lain
dan berlangganan ulang.
Indikator
yang digunakan dalam
penelitian ini adalah
sebagai berikut :
(Lupiyoadi,
2008)
a)
Pembelian ulang
b)
Merekomendasikan
kepada
pihak lain
c)
Tidak niat pindah
d)
Membicarakan halhal
positif
Kualitas
pelayanan Kualitas adalah keseluruhankesan
yang diterima pelanggan
yang menyangkut inferioritas
maupun superioritas
organsasi.(Parasuraman,2008)
Indikator
yang digunakan adalah
: (Utama, 2007)
a)
Bukti fisik
b)
Kehandalan
c)
Daya tanggap
d)
Jaminan
e)
Empati
(Parasuraman,1994)
Kepercayaan
Pelanggan Kepercayaan adalah suaturasa
percaya kepada mitradimana
seseorangberhubungan.Indikator
yang digunakanadalah
: (Utama, 2007)
1.
Mengembalikanbarang-barang
yang
tertinggal
2.
Kejujuran penjualdalam
bertransaksi.
3.
Tanggung jawab penjual
kepada pembeli.
4.
Kepercayaan bahwa
perusahaan memiliki
reputasi yang
baik.
Kepuasan
pelanggan Kepuasan pelanggan adalahtingkat
perasaan seseorangsetelah
membandingkan hasilyang
ia rasakan dibandingkan
dengan harapannya.
Indikator
yang digunakan dalam
penelitian ini adalah
: (Lupiyoadi,
2008)
a)
Terpenuhinya harapan
konsumen /
b)
Perasaan puasmenggunakan
jasa
c)
Kepuasan terhadap fasilitas
d)
Kepuasan terhadap peralatan
Obyek
Penelitian, Unit Penelitian, Populasi dan Sampel
1.
Populasi
Populasi
adalah jumlah dari semua objek atau individu yang akan
diteliti,
dimana objek tersebut memiliki karakteristik tertentu, jelas dan
lengkap
(Setiawan, 2005 : 140). Adapun yang dijadikan sebagai populasi
adalah
seluruh pelanggan Swalayan Luwes Purwodadi Periode tahun
2013.
2.
Sampel
Sampel
adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh
populasi tersebut (Sugiyono, 2005:56). Sampel adalah bagian dari
populasi
yang karakteristiknya hendak diselidiki dan dianggap bisa
mewakili
keseluruhan populasi. Karena dalam penelitian ini sulit untuk
mengetahui
jumlah populasi yang menjadi pelanggan di Swalayan Luwes
Purwodadi
, maka menurut Djarwanto (2000:154) dasar pengambilan
sampel
yang digunakan adalah :
n
=2/EZ
.21
s a
Keterangan
:
N
= banyaknya sampel yang diperlukan
Z1/2
a9 = distribusi normal
E
= besarnya kesalahan yang dapat diterima
s
= standar deviasi
Dalam
penelitian ini Z1/2 a• yang diperoleh dari tabel distribusi normal
adalah
sebesar 1,96 besarnya kesalahan yang dapat diterima (E) sebesar 1 % dan
standar
deviasi (s) yang digunakan adalah 0,50 sehingga diperoleh perhitungan
sebagai
berikut :
n
=20,1
1,96
x 0,50 n = 96,04
Berdasarkan
perhitungan diatas, sampel yang diambil dalam penelitian
diperoleh
sebesar 96,04 kemudian dibulatkan menjadi 96 orang. Jadi sampel yang
diambil
dalam penelitian ini adalah pelanggan di Swalayan Luwes Purwodadi
Peneliti
menggunakan sampel 96 karena angka paling mendekati dari
96,04
adalah 96, sehingga peneliti menggunakan sampel 96 sebagai sampel
penelitian.
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
simple
random sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara acak tanpa
memperhatikan
strata yang ada didalam populasi tersebut. (Setiawan, 2005 : 151).
Dalam
hal ini responden adalah pelanggan di Swalayan Luwes Purwodadi.
HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Analisis
Regresi Linier Berganda
Adapun
analisis linier berganda menggunakan SPSS versi 13.00 antara
lain
sebagai berikut :
Tabel
4.13
Regresi
Linier Berganda
Coefficientsa
1.026
1.149 .893 .374
.162
.051 .248 3.190 .002 .579 1.728
.266
.073 .268 3.644 .000 .644 1.552
.502
.060 .537 8.339 .000 .842 1.187
(Constant)
PELAYANANKEPERCAYAAN KEPUASAN
Model
1
B
Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardized
Coefficients
t
Sig. Tolerance VIF
Collinearity
Statistics
Dependent
a. Variable: LOYALITAS
Persamaan
rumus regresi linier berganda dapat diperoleh hasil sebagai
berikut
:
Y1
=1,026 + 0,162 X1 +0,266 X2+ 0,502X3
Hasil
persamaan regresi berganda tersebut diatas memberikan pengertian
bahwa
:
1.
bo sebesar 1,026 berarti apabila kualitas pelayanan, kepercayan dan kepuasan
pelanggan
0 maka kepuasan kerja bernilai sebesar 1,026.
2.
Koefisien regresi kualitas pelayanan sebesar 0,162 berarti kualitas pelayanan
bernilai
positif terhadap terhadap loyalitas pelanggan. Jadi setiap peningkatan
kualitas
pelayanan maka akan meningkatkan loyalitas pelanggan
3.
Koefisien regresi kepercayaan sebesar 0,162 berarti kepercayaan bernilai
positif
terhadap terhadap loyalitas pelanggan. Jadi setiap peningkatan
kepercayan
maka akan meningkatkan loyalitas pelanggan
4.
Koefisien regresi kepuasan pelanggan sebesar 0,162 berarti kepuasan
pelanggan
bernilai positif terhadap terhadap loyalitas pelanggan. Jadi setiap
peningkatan
kepuasan pelanggan maka akan meningkatkan loyalitas pelanggan
Analisis
Koefisien Determinasi
Koefisien
determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar
variabilitas
variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen yang
ditunjukkan
oleh nilai R square (R2) yaitu sebesar 66,8 % artinya variabilitas
variabel
kualitas pelayanan, kepercayaan pelanggan dan kepuasan pelanggan
mampu
menjelaskan loyalitas pelanggan sebesar 66,8%, sedangkan sisanya
sebesar
33,2% dipengaruhi oleh variabilitas variabel lain yang tidak diteliti dalam
penelitian
ini.
Koefisien
Determinasi
Model
Summary b
.824a
.679 .668 1.219
Model
1
R
R Square
Adjusted
R
Square
Std.
Error of
the
Estimate
Predictors:
(Constant), KEPUASAN , KEPERCAYAAN ,
PELAYANAN
a.
b.
Dependent Variable: LOYALITAS
Pembahasan
Pengaruh
Kualitas Pelayanan terhadap loyalitas pelanggan
Hasil
penelitian menunjukkan kualitas pelayanan terhadap loyalitas
pelanggan.
Kualitas merupakan kondisi dinamis yang berhubungan dengan
produk,
jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi
harapan
(Tjiptono, 2004). Sehingga definisi kualitas pelayanan dapat diketahui
sebagai
upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan
penyampaiannya
dalam mengimbangi harapan konsumen (Tjiptono, 2004).
Zeithaml
(1988) dalam Tjiptono (2004) menyatakan bahwa kualitas pelayanan
didefinisikan
sebagai penilaian pelanggan atas keunggulan atau keistimewaan
suatu
produk atau layanan secara menyeluruh. Kualitas pelayanan dapat diketahui
dengan
cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang
diterima
dengan pelayanan yang sesungguhnya konsumen harapkan terhadap
atribut-atribut
pelayanan suatu perusahaan (Parasuraman et. al, 1988) dalam
Tjiptono
(2004)
Tangapan
responden untuk variabel kualitas pelayanan sebagian besar
menyatakan
setuju terhadap kelima indikator kualitas pelayanan tersebut. Kondisi
ini
memberikan kesan bahwa pelanggan Swalayan Luwes Purwodadi setuju
mengenai
kualitas pelayanan di Swalayan Luwes Purwodadi . Rata-rata skor
jawaban
sebesar 3,80 yang berkategori sangat tinggi. Berdasarkan indikator bukti
fisik,
pelanggan akan menggunakan jasa di Swalayan Luwes Purwodadi karena
memiliki
bukti fisik yang memadai. Rata-rata skor indikator ini diperoleh 3,20
yang
berada kategori tinggi. Berdasarkan indikator kehandalan, pelanggan
Swalayan
Luwes Purwodadi setuju karena karyawan dapat dihandalkan. Rata-rata
skor
indikator ini diperoleh 3,90 yang berada kategori sangat tinggi.
Berdasarkan
indikator daya tanggap, pelanggan setuju bahwa karyawan
Swalayan
Luwes Purwodadi . Rata-rata skor indikator ini diperoleh 3,92 yang
berada
kategori sangat tinggi. Berdasarkan indikator jaminan, pelanggan setuju
bahwa
Swalayan Luwes Purwodadi memiliki jaminan keamanan yang baik. Ratarata
skor
indikator ini diperoleh 4,00 yang berada kategori sangat tinggi.
Berdasarkan
indikator empathi, pelanggan setuju Swalayan Luwes Purwodadi
memiliki
kepedulian yang baik. Rata-rata skor indikator ini diperoleh 3,85yang
berada
kategori sangat tinggi.
Hasil
penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Seffy,
Suwignjo
dan Budi Santosa (2011) yang menyatakan kualitas pelayanan
berpengaruh
terhadap loyalitas pelanggan.
Pengaruh
Kepercayaan terhadap Loyalitas pelanggan
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap loyalitas
pelanggan.
Kepercayaan timbul dari suatu proses yang lama. Apabila kepercayaan
sudah
timbul antara pelanggan dan perusahaan, maka usaha untuk membina
hubungan
kerjasama akan lebih mudah. Kepercayaan timbul ditunjukkan oleh
suatu
kredibilitas yang diperoleh dari pihak lain karena memiliki keahlian yang
dikehendaki
untuk melakukan suatu tugas. Kepercayaan juga dapat diperoleh
karena
melakukan sesuatu hal yang terbaik kepada pihak lain melalui suatu
hubungan.
(Hermawan, 2004) Tingkat kepercayaan dapat diukur melalui beberapa
faktor
antara lain kejujuran dalam bertransaksi, tanggung jawab perusahaan
terhadap
konsumen dan masih banyak lagi. Kepercayaan adalah apabila salah satu
pihak
mempunyai keyakinan dalam keandalan dan integritas partner kerjasama.
Keberadaan
kepercayaan ternyata lebih memuaskan konsumen untuk
terlibat
dalam hubungan jangka panjang (Gron Rooss, 2000). Hal ini dibuktikan
oleh
beberapa hasil penelitian misalnya penelitian yang dilakukan oleh Doney dan
Cannon
(1997) membuktikan bahwa peran kepercayaan dalam intensitas perilaku
pembelian
kembali untuk masa yang akan datang.
Tangapan
responden untuk variabel kepercayaan pelanggan sebagian besar
menyatakan
setuju terhadap keempat indikator kepercayaan tersebut. Kondisi ini
memberikan
kesan bahwa pelanggan Swalayan Luwes Purwodadi setuju bahwa
Swalayan
Luwes Purwodadi memiliki kepercayaan yang tinggi. Rata-rata skor
jawaban
sebesar 4,00 yang berkategori sangat tinggi. Berdasarkan indikator
Mengembalikan
barang-barang yang tertinggal, Swalayan Luwes Purwodadi ratarata
skor
indikator ini diperoleh 4,00 yang berada kategori sangat tinggi.
Berdasarkan
indikator Kejujuran penjual dalam bertransaksi, Swalayan
Luwes
Purwodadi memiliki Kejujuran penjual dalam bertransaksi.. Rata-rata skor
indikator
ini diperoleh 3,96 yang berada kategori sangat tinggi. Berdasarkan
indikator
Tanggungjawab penjual kepada pembeli, pelanggan Swalayan Luwes
Purwodadi
setuju karena karyawan memiliki tanggungjawab kepada pembeli..
Rata-rata
skor indikator ini diperoleh 4,10 yang berada kategori sangat tinggi.
Berdasarkan
indikator Kepercayaan bahwa perusahaan memiliki reputasi yang
baik.,
pelanggan setuju bahwa karyawan Swalayan Luwes Purwodadi memiliki
kepercayaan
bahwa perusahaan memiliki reputasi yang baik.Rata-rata skor
indikator
ini diperoleh 3,94 yang berada kategori sangat tinggi
Hasil
penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Seffy,
Suwignjo
dan Budi Santosa (2011) yang menyatakan kepercayaan berpengaruh
terhadap
loyalitas pelanggan.
Pengaruh
Kepuasan pelanggan terhadap Loyalitas pelanggan
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kepiasan pelanggan berpengharuh
terhadap
loyalitas pelanggan. Menurut Rangkuti (2002 : 30) kepuasan pelanggan
didefinisikan
sebagai respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antara tingkat
kepentingan
sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakannya setelah pemakaian.
Salah
satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan adalah persepsi
pelanggan
mengenai kualitas pelayanan. Dan kepuasan pelanggan selain
dipengaruhi
oleh kualitas pelayanan juga ditentukan kualitas pelayanan, nilai,
harga
dan faktor-faktor lain yang bersifat pribadi serta yang bersifat situasi
sesaat.
Menurut
Day dalam Tjiptono (2004:146) mendefinisikan kepuasan atau
ketidakpuasan
pelanggan adalah respon pelanggan terhadap evaluasi
nketidaksesuaian
atau diskonfirmasi yang dirasakan antara harapan sebelumnya
(atau
norma kerja lainnya) dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah
pemakaiannya.
Tangapan
responden untuk variabel kepuasan pelanggan sebagian besar
menyatakan
setuju terhadap keempat indikator kepuasan pelanggan tersebut.
Kondisi
ini memberikan kesan bahwa pelanggan Swalayan Luwes Purwodadi
setuju
bahwa pelanggan puas terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh
Swalayan
Luwes Purwodadi tinggi. Rata-rata skor jawaban sebesar 4,11 yang
berkategori
sangat tinggi. Berdasarkan indikator terpenuhinya harapan konsumen,
pelanggan
setuju dengan menggunakan jasa di Swalayan Luwes Purwodadi
tinggi
terpenuhi harapannya. Rata-rata skor indikator ini diperoleh 4,50 yang
berada
kategori sangat tinggi.
Berdasarkan
indikator perasaan puas menggunakan jasa, pelanggan
Swalayan
Luwes Purwodadi setuju dengan menggunakan produk di Swalayan
Luwes
Purwodadi merasa puas.. Rata-rata skor indikator ini diperoleh 4,00 yang
berada
kategori sangat tinggi. Berdasarkan indikator kepuasan terhadap fasilitas
pelanggan
Swalayan Luwes Purwodadi setuju dengan menggunakan jasa di
Swalayan
Luwes Purwodadi merasa puas dengan fasilitasnya. Rata-rata skor
indikator
ini diperoleh 3,90 yang berada kategori sangat tinggi. Berdasarkan
indikator
kepuasan terhadap pelayanan Swalayan Luwes Purwodadi setuju
dengan
menggunakan jasa di Swalayan Luwes Purwodadi merasa puas dengan
pelayanan
yang diberikan oleh Swalayan Luwes Purwodadi. Rata-rata skor
indikator
ini diperoleh 3,96 yang berada kategori sangat tinggi
Hasil
penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Seffy,
Suwignjo
dan Budi Santosa (2011) yang menyatakan kepuasan pelanggan
berpengaruh
terhadap loyalitas pelanggan.
Pengaruh
kualitas pelayanan, kepercayaan dan kepuasan terhadap Loyalitas
pelanggan
Kualitas
memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pelanggan.
Kualitas
memberikan suatu dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan
hubungan
yang kuat dengan perusahaan. Dalam jangka panjang ikatan seperti ini
memungkinkan
perusahaan untuk memahami dengan seksama harapan pelanggan
serta
kebutuhan mereka. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan
kepuasan
pelanggan di mana perusahaan memaksimumkan pengalaman
pelanggan
yang menyenangkan dan meminimumkan pengalaman pelanggan yang
kurang
menyenangkan (Tjiptono, 1996).
Hasil
penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Seffy,
Suwignjo
dan Budi Santosa (2011) yang menyatakan kualitas pelayanan,
kepercayaan
dan kepuasan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan maka dapat diperoleh
kesimpulan
sebagai berikut :
1.
Terdapat pengaruh yang berarti antara kualitas pelayanan terhadap
loyalitas
pelanggan, artinya apabila kualitas pelayanan meningkat maka
loyalitas
pelanggan akan meningkat.
2.
Terdapat pengaruh yang berarti antara kepercayaan pelanggan terhadap
loyalitas
pelanggan, artinya apabila kepercayaan pelanggan meningkat
maka
loyalitas pelanggan akan meningkat.
3.
Terdapat pengaruh yang berarti antara kepuasan pelanggan terhadap
loyalitas
pelanggan, artinya apabila kepuasan pelanggan meningkat maka
loyalitas
pelanggan akan meningkat.
4.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa F hitung sebesar 66,904 dengan
tingkat
signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian keputusan yang
diambil
adalam tolak Ho dan menerima Ha. Hal ini berarti bahwa semua
variabel
bebas secara bersama-sama mampu mempengaruh variabel terikat
loyalitas
pelanggan secara signifikan.
Saran
Dari
kesimpulan yang diuraikan di atas, maka penulis memberikan saran
yang
diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan:
a.
Dalam penelitian ini tanggapan responden terhadap kepuasan pelanggan
dalam
kategori paling kecil dibandingkan dengan variable lain, maka
hendaknya
melakukan survey berkala mengenai bagaimana kepuasan
pelanggan
serta di harapkan karyawan diberikan pelatihan dan pengembangan
karyawan
guna meningkatkan kualitas pelayanan yang akan berdampak pada
kepuasan
pelanggan dan loyalitas pelanggan.
b.
Tangapan responden untuk variabel kualitas pelayanan sebagian besar
menyatakan
setuju terhadap kelima indikator kualitas pelayanan tersebut.
Kondisi
ini memberikan kesan bahwa pelanggan Swalayan Luwes Purwodadi
setuju
mengenai kualitas pelayanan di Swalayan Luwes Purwodadi . Rata-rata
skor
jawaban sebesar 4,08 yang berkategori sangat tinggi.
c.
Tangapan responden untuk variabel kepercayaan pelanggan sebagian besar
menyatakan
setuju terhadap ketiga indikator kepercayaan tersebut. Kondisi ini
memberikan
kesan bahwa pelanggan Swalayan Luwes Purwodadi setuju
bahwa
Swalayan Luwes Purwodadi memiliki kepercayaan yang tinggi. Ratarata
skor
jawaban sebesar 4,08 yang berkategori sangat tinggi.
d.
Tangapan responden untuk variabel kepuasan pelanggan sebagian besar
menyatakan
setuju terhadap ketiga indikator kepuasan pelanggan tersebut.
Kondisi
ini memberikan kesan bahwa pelanggan Swalayan Luwes Purwodadi
setuju
bahwa pelanggan puas terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh
Swalayan
Luwes Purwodadi tinggi. Rata-rata skor jawaban sebesar 4,09 yang
berkategori
sangat tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Basu
Swasta dan Irawan. 2003. Manajemen Pemasaran Modern. Liberty :
Yogyakarta.
Diah
Darmayanti. 2006. Analisis Dampak Servise Performance dan Kepuasan
Sebagai
Variabel Moderating terhadap loyalitas Nasabah (Studi pada
Nasabah
Tabungan Bank Mandiri Cabang Surabaya) Jurnal Bisnis dan
Ekonomi.
Djarwanto,
2000, Statistik Induktif. BPFE : Yogyakarta,
Fandy.Tjiptono,
2004. Manajemen Jasa. Penerbit Andi Edisi Kedua : Yogyakarta
Freddy.
Rangkuti, 2002, Measuring Customer Satisfactio. Teknik Mengukur Kepuasan
Strategi
Meningkatkan Kepuasan Pelanggan dan Analisis PL-JP. PT Gramedia
Pustaka
Tama : Jakarta
Imam,
Ghozali 2005, Aplikasi Analisis Multivariate dalam Program SPSS Bagian
Penerbitan
Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro : Semarang.
Kotler,
Philip, 2006. Manajemen Pemasaran Edisi Milenium, Prenhallindo,
Jakarta.
Lupiyoadi,
Rambat dan Hamdani. 2006. Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta:
Salemba
Empat.
Umar,
Sekaran, 2006,Metode Riset Bisnis, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Umar,
Husein, 1998, Metode Riset, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Palilati.
Alida 2007. Pengaruh Nilai pelanggan, Kepuasan terhadap Loyalitas
Pelanggan
Nasabah Tabungan. Juranl pemasaran. Jurnal Ekonomi dan Bisnis.
Vol.
VII tahun 2007
Rahmat
Hidayat. 2009. Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kualitas Produk, dan Nilai
pelanggan
terhadap kepuasan dan Loyalitas Pelanggan Nasabah Bank
mandiri.
Jurnal Bisnis dan Ekonomi. Vol. V tahun 2009
Rusdarti.
Jurnal Sains Pemasaran Indonesia. Volume III No. 3 Desember 2004
Halaman
289 -308 Studi Mengenai Loyalitas Pelanggan Pada Divisi Putera
1912
Nama : Agni Buwono S
Npm : 10212331
Kelas : 3EA04
Tidak ada komentar:
Posting Komentar